Sunday, 11 December 2016

ALHAMDULILLAH!! TELAH DITEMUKAN OBAT KANKER YANG AMPUH CUKUP DARI BUNGA KROKUS, CUKUP SEKALI MINUM SAJA KANKER BISA SEMBUH!!! TOLONG DI SHARE!! SATU SHARE DARI ANDA SANGAT BERARTI BAGI MEREKA!!!



InfoIslamiToday -Sebuah tanaman bunga yang bernama krokus mempunyai kemungkinan untuk digunakan sebagai sumber baru dalam penyembuhan kanker. Dalam sebuah studi ditemukan, pemberian obat yang diramu dari bunga krokus dapat menyembuhkan tumor secara cepat serta hanya butuh sekali penyembuhan. Inilah yang membuat krokus menjadi cukup istimewa.

Menariknya, kandungan dalam bunga ini bisa diterapkan untuk bermacam jenis kanker. Diambil dari laman Okezone, kanker yang dapat diatasi salah satunya kanker pay*udara, usus, paru-paru, sampai prostat. Para ilmuwan memberi gelar pada obat ini sebagai “bom pintar”. Pasalnya, selain membunuh sel tumor atau kanker dengan cara tuntas, juga sepertinya bebas efek samping.

Obat yang ditemukan ilmuwan Inggris bernama Profesor Laurence Patterson dari Universitas Bradford ini awalnya diterapkan pada sampel tikus yang mempunyai tumor dalam tubuhnya. Pemberian obat dari bunga krokus ternyata dapat membuat sebagian dari mereka sembuh hanya dengan sebuah dosis tunggal.

“Beberapa tikus dengan tumor sembuh serta tak kembali. Mereka dengan cara efektif disembuhkan. “Tidak semua dari mereka, namun beberapa tikus. Serta itu dosis tunggal, yang tidak lazim, ” tuturnya. "

Setelah itu, obat ini akan diujikan pada pasien dalam beberapa bulan serta hanya akan ada dalam lima tahun. Tetapi perlu dipahami, bagian yang digunakan sebagai obat yaitu colchicines yang ada di bunga krokus. Ekstrak krokus di usim gugur itu mempunyai sifat antikanker. Tetapi bila penggunaannya sembarangan malah dapat meracuni tubuh manusia.

Punya Hutang Banyak, Sebelum Tidur Sebaiknya Amalkan Doa ini, InsyaAllah Hutang Sebanyak Apa Pun Akan Terlunasi ,,,,,SEBARKAN YA,,, agar Hutang nya Bisa Berkurang..



InfoIslamiToday - Doa ini adalah di antara doa yang bisa diamalkan untuk melunasi utang dan dibaca sebelum tidur.
Telah diceritakan dari Zuhair bin Harb, telah diceritakan dari Jarir, dari Suhail, ia berkata, “Abu Shalih telah memerintahkan kepada kami bila salah seorang di antara kami hendak tidur, hendaklah berbaring di sisi kanan kemudian mengucapkan,

اَللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَرَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ، رَبَّنَا وَرَبَّ كُلِّ شَيْءٍ، فَالِقَ الْحَبِّ وَالنَّوَى، وَمُنْزِلَ التَّوْرَاةِ وَاْلإِنْجِيْلِ وَالْفُرْقَانِ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ شَيْءٍ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهِ. اَللَّهُمَّ أَنْتَ اْلأَوَّلُ فَلَيْسَ قَبْلَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ اْلآخِرُ فَلَيْسَ بَعْدَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الظَّاهِرُ فَلَيْسَ فَوْقَكَ شَيْءٌ،

وَأَنْتَ الْبَاطِنُ فَلَيْسَ دُوْنَكَ شَيْءٌ، اِقْضِ عَنَّا الدَّيْنَ وَأَغْنِنَا مِنَ الْفَقْرِ


Allahumma robbas-samaawaatis sab’i wa robba.

‘arsyil ‘azhiim, robbanaa wa robba kulli syai-in, faaliqol habbi wan-nawaa wa munzilat-tawrooti wal injiil wal furqoon. A’udzu bika min syarri kulli syai-in anta aakhidzum binaa-shiyatih. Allahumma antal awwalu falaysa qoblaka syai-un wa antal aakhiru falaysa ba’daka syai-un, wa antazh zhoohiru fa laysa fawqoka syai-un, wa antal baathinu falaysa duunaka syai-un, iqdhi ‘annad-dainaa wa aghninaa minal faqri.
Artinya:
“Ya Allah, Rabb yang menguasai langit yang tujuh, Rabb yang menguasai ‘Arsy yang agung, Rabb kami dan Rabb segala sesuatu. Rabb yang membelah butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah, Rabb yang menurunkan kitab Taurat, Injil dan Furqan (Al-Qur’an). Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan segala sesuatu yang Engkau memegang ubun-ubunnya (semua makhluk atas kuasa Allah).

 Ya Allah, Engkau-lah yang awal, sebelum-Mu tidak ada sesuatu. Engkaulah yang terakhir, setelahMu tidak ada sesuatu. Engkau-lah yang lahir, tidak ada sesuatu di atasMu. Engkau-lah yang Batin, tidak ada sesuatu yang luput dari-Mu. Lunasilah utang kami dan berilah kami kekayaan (kecukupan) hingga terlepas dari kefakiran.” (HR. Muslim no. 2713)
Imam Nawawi rahimahullah menyatakan bahwa maksud utang dalam hadits tersebut adalah kewajiban pada Allah Ta’ala dan kewajiban terhadap hamba seluruhnya, intinya mencakup segala macam kewajiban.” (Syarh Shahih Muslim, 17: 33).
Juga dalam hadits di atas diajarkan adab sebelum tidur yaitu berbaring pada sisi kanan.
Semoga bisa diamalkan dan Allah memudahkan segala urusan kita dan mengangkat kesulitan yang ada. Aamiin..

AYO SEBARLUASKAN )) Bersedekahlah Sebelum Mati!! Mayit Pun Ingin Bersedekah Jika Bisa Hidup



InfoIslamiToday - Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulillah –Shallallahu ‘Alaihi Wasallam-, keluarga dan beberapa sahabatnya.
Al-Qur’an mengatakan angan-angan orang muslim yang sukai tunda amal shalih didunia hingga datang kematiannya kalau di beri peluang hidup kembali dianya bakal bersedekah serta jadi orang shalih.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَأَن�’فِقُوا مِن�’ مَا رَزَق�’نَاكُم�’ مِن�’ قَب�’لِ أَن�’ يَأ�’تِيَ أَحَدَكُمُ ال�’مَو�’تُ فَيَقُولَ رَبِّ لَو�’لَا أَخَّر�’تَنِي 
إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُن�’ مِنَ الصَّالِحِينَ
“Dan infakkanlah beberapa dari apa yang sudah Kami berikanlah kepadamu saat sebelum kematian datang pada salah seseorang diantara anda ; lantas dia berkata (menyesali), “Ya Tuhanku, seumpamanya Engkau sudi tunda (kematian) ku sedikit saat lagi, jadi saya bisa bersedekah serta saya bakal termasuk juga beberapa orang yang saleh. ” (QS. Al-Munafiqun : 10)
Mengapa dia tak menyampaikan, “Maka saya bisa melakukan umrah”, “Maka saya bisa lakukan haji atau puasa” serta lain lain?
Berkata beberapa ulama, “tidaklah seseorang mayit mengatakan “sedekah” terkecuali lantaran dia lihat besarnya pahala serta imbas sebaiknya sesudah dia meninggal…”
Perkara yang paling menyelamatkan orang di akhirat yaitu iman. Serta sedekah yaitu bukti kebenaran iman. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda :
والصدقة برهان
“Sedekah yaitu bukti. ” (HR. Muslim)
Imam Nawawi Rahimahullah menuturkan : “Yaitu bukti kebenaran imannya. Oleh karenanya shadaqah diberi nama sekian lantaran adalah bukti dari Shidqu Imanihi (kebenaran imannya). ”
Sedekah bisa membebaskan pelakunya dari siksa pendam. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda :
‏إن الصدقة لتطفىء عن أهلها حر القبور
“Sedekah bakal memadamkan api siksaan didalam pendam. ” (HR. Thabrani)
Pahala sedekah yang dikeluarkan seorang selalu mengalir kepadanya, walaupun ia telah ada di liang kuburnya.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Apabila anak Adam wafat dunia, jadi terputuslah pahala amalnya terkecuali tiga perkara ; satu diantaranya, shodaqoh jariyah. ” (HR. Muslim)
Sedekah dapat juga menyelamatkan pelakunya dari jilatan api neraka. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabada,
اتَّقُوا النَّارَ وَلَو�’ بِشِقِّ تَم�’رَةٍ فَإِن�’ لَم�’ تَجِد�’ فَبِكَلِمَةٍ طَيِّبَةٍ
“Hindarkan dirimu dari neraka meskipun cuma dengan separuh butir kurma, bila tak ada jadi dengan bicara yang baik. ” (Muttafaq ‘alaih)
Sedekah itu meskipun sedikit, mempunyai andil untuk menghindari kita dari api neraka. Makin banyak sedekah, makin jauh kita darinya.
Sedekah yang dikeluarkan seorang bakal menaunginya di akhirat. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menceritakan perihal 7 type manusia yang memperoleh naungan di hari kiamat yg tidak ada naungan lain terkecuali dari Allah di hari itu. Satu diantaranya yaitu :
رجل تصدق بصدقة فأخفاها، حتى لا تعلم شماله ما تنفق يمينه
“Seorang yang bersedekah dengan tangan kanannya, ia menyembunyikan amalnya itu hingga tangan kirinya tak tahu apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya. ” (HR. Al-Bukhari)Jadi perbanyaklah bersedekah. Lantaran sedekah jadi salah satu karena paling utama yang dapat menyelamatkannya di akhirat. Serta, bersedekah-lah atas nama orang yang telah wafat di antara kalian, lantaran sebenarnya mereka sangatlah mengharapkan kembali pada dunia untuk dapat bersedekah serta beramal shalih, jadi wujudkanlah harapan mereka. Wallahu a’lam.

TERYATA INILAH Rahasia Dari Do’a Nabi Yusuf Supaya Wajah Tampil Berseri dan di Mudahkan JODOHNYA....BANTU SHARE YA..



InfoIslamiToday - Bagi sesiapa yang menginginkan supaya muka atau wajah nya berseri perlulah ia membaca surah Yusuf Ayat 4 (sebaik baiknya selepas shalat). Mari lah kita amalkan ayat pengasih surah Yusuf ayat 4 dan Surah Thahaa ayat 39 seperti di bawah ini.

Bagi sesiapa yang sudah mengamalkan, Alhamdulillah.. teruskan… Ayat ini adalah ayat pengasih bagi mengeratkan lagi hubungan suami isteri dan ianya juga boleh untuk anak-anak (supaya anak hormat kepada kita sebagai ibu bapak mereka), keluarga dan sahabat handai taulan.

“Idz Qaala Yuusufu Li Abiihi Yaa Abati Inni Ra Aitu Ahada’ Asyara Kaukabauw Wasy Syamsa Wai Qamara Ra aituhum Lii Sajidin”

Maksud Surah Yusuf Ayat 4;
(ingatlah peristiwa) ketika Nabi Yusuf berkata kepada bapanya: “Wahai ayahku! Sesungguhnya Aku mimpi melihat sebelas bintang dan matahari serta bulan; Aku melihat mereka tunduk memberi hormat kepadaku“

Setelah membaca surah teruskan dengan membaca keratan ayat dalam surah Thaahaa ayat 39.

“Wa-alqaytu ‘Alayka Mahabbatan Minnii Walitushna’ ‘Alaa ‘Ainii”


 Maksudnya surah Thaahaa ayat 39.:
“Dan Aku telah tanamkan dari kemurahanKu perasaan kasih sayang orang terhadapmu; dan supaya Engkau dibela dan dipelihara Dengan pengawasanKu”

Caranya:

  • Dibaca 3 kali kemudian sapu ke muka wajah.
    Amalan ini juga sesuai bagi mereka yang berat jodoh

 Perlu diketahui :

Jangan membaca tanpa memisahkan ayat tersebut. Surah Yusuf ayat 4 dibaca sehingga selesai, kemudian berhenti sebentar dan teruskan membaca keratan surah Thaahaa ayat 39. Jangan disambungkan terus dengan bacaan surah Yusuf tadi.

Gunakan doa penyeri pemanis dan pengasih wajah surah nabi yusuf ini dengan niat yang baik terutama untuk isteri yang ingin suaminya menyayanginya lebih lagi.

Setiap kali bertemu atau bersua dengan kekasih/isteri/suami, bacalah kedua ayat ini. Untuk mendapatkan kesan yang baik, hendaklah diamalkan selalu membaca dihadapannya. Tidak perlu membaca dengan kuat, memadailah dengan hanya membaca di dalam hati. Selain itu agar dikasihi masyarakat, bacalah kedua-dua ayat ini setiap kali lepas solat sebanyak 3 kali.

Semoga bermanfaat....jangan lupa di share ya.....

Tahukah Anda Apa Hukumnya Membaca Al-qur'an Di Handpone Tanpa Berwudhu..? (( Baca Penjelasannya Dan Bantu Saya Membagikan Artikel Ini Ya Guys..! ))



InfoIslamiToday - Seiring berkembangnya zaman, sangat banyak beberapa barang yang di ciptakan dengan maksud untuk memudahkan pekerjaan manusia, umpamanya saja barang yang sangatlah sering temani kehidupan manusia yakni handphone atau yang umum disapa ponsel. Ponsel juga saat ini sangatlah berkembang.

Bila dahulu ponsel cuma dapat dipakai untuk menelpon serta SMS-an saja, saat ini ponsel telah dapat untuk dipakai untuk apa sajakah seperti mengambil gambar, merekam video, browsing di internet bahkan juga saat ini telah dapat dipakai untuk membaca Al-Qur’an juga.

Bila dulunya kita membaca Al-Qur’an langsung dari kitabnya. Berarti kita mesti mengamalkan adab-adab dalam membaca Al-Qur’an, seperti berwudhu sebelumnya memegang mushaf serta menghadap kiblat serta lain sebagainya.

Melalui beberapa fitur modern yang bermunculan di ponsel, pada akhirnya ada satu ide untuk membuat aplikasi Al Qur’an untuk ponsel. Sebagai pertanyaan besarnya, apakah kita mesti berwudhu serta mengamalkan adab-adab dalam membaca Al Qur’an saat membacanya memakai ponsel?

Berikut penjelasannya :

Bila seorang telah mempunyai hafalan Al Qur’an, jadi tak jadi permasalahan untuk membaca Al Qur’an tanpa harus menyentuh mushaf Al Qur’an. Seperti yang diriwayatkan oleh Ali R. A :

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَي�'هِ وَسَلَّمَ يَأ�'تِي ال�'خَلَاءَ فَيَق�'ضِي ال�'حَاجَةَ ثُمَّ يَخ�'رُجُ فَيَأ�'كُلُ مَعَنَا ال�'خُب�'زَ وَاللَّح�'مَ وَيَق�'رَأُ ال�'قُر�'آنَ وَلَا يَح�'جُبُهُ وَرُبَّمَا قَالَ لَا يَح�'جُزُهُ عَن�' ال�'قُر�'آنِ شَي�'ءٌ إِلَّا ال�'جَنَابَةُ
“Rasulullah SAW masuk ke kamar kecil lalu menyelesaikan hajatnya. Lantas beliau keluar serta memakan bersama kami roti dan daging, beliau juga membaca Al-Qur’an. Tak ada yang menghalangi Rasulullah SAW – bisa jadi berkata : Tak menghalanginya dari membaca Al-Qur’an kecuali junub. ” (HR Ibnu Majah)

Untuk membaca Al-Qur’an sambil memegang mushaf, beberapa ulama berpendapat yang berbeda-beda. Ada yang memiliki pendapat bisa memegangnya yang penting terhindar dari beragam jenis hadats, besar maupun kecil hadats itu.

Hal semacam itu dilandasi dengan ayat Al-Qur’an surat Al-Waqi’ah ayat 77-81, yang diambil artinya :

“Sesungguhnya Al-Qur’an ini yaitu bacaan yang mulia, pada kitab yang terpelihara (lauhul Mahfuzh), tak menyentunya terkecuali beberapa orang yang disucikan, di turunkan dari Tuhan semesta alam, jadi apakah anda berasumsi remeh saja Al-Qur’an ini? ”
Ada pula hadits dari Nabi SAW, “Tidak bisa menyentuh Al-Qur’an terkecuali orang yang suci. ” Hadits itu nyatanya sanadnya lemah. Namun beberapa teman dekat Nabi memberi fatwa itu adalah sinyal penghormatan pada Al-Qur’an yang disebut kitab suci ummat islam di semua dunia serta jadi bukti kalau Al-Qur’an adalah pengucapan segera dari Allah SWT.

Dasarnya yaitu, untuk menghormati mushaf Al-Qur’an saat kita membacanya yaitu dengan berwudhu terlebih dulu. Itu adalah sinyal penghormatan serta sekalian menggerakkan perintah Al-Qur’an yakni bersuci terlebih dulu.

Lalu sebagai perbincangan yaitu bagaimana hukumnya bila membaca Al-Qur’an namun tak memakai mushaf tetapi memakai tablet, ponsel atau gadget? Haruskah berwudhu terlebih dulu?

Perlu di ketahui terlebih dulu, Hp adalah peralatan yang berbeda seperti mushaf serta hukumnya tak dapat disamakan dengan mushaf. Lantaran huruf-huruf dalam Al-Qur’an yang ada pada peralatan ini (tablet dan ponsel) berbeda keberadaannya dengan huruf yang ada di mushaf.

Huruf Al-Qur’an dalam Ponsel tidaklah kekal, hanya akan nampak saat akan di buka saja aplikasinya. Saat kita memakainya untuk kepentingan lain jadi tulisan itu bakal hilang dengan sendirinya.

Jadi dengan hal tersebut, di ambil ketentuan kalau diijinkan untuk menyentuh Ponsel atau peralatan yang lain yang ada rekaman atau aplikasi Al-Qur’annya serta membacanya tanpa ada mesti berwudhu terlebih dulu.

Hal semacam ini sangat mempermudah beberapa wanita yang tengah haid untuk tetaplah membaca Al-Qur’an dengan memakai Ponsel. Wanita yang haid dilarang menyentuh Al-Qur’an lantaran mereka tengah dalam kondisi yg tidak suci, bahkan juga beberapa wanita yang tengah haid dilarang untuk sholat. Hal ini dapat mempermudah untuk beberapa orang yang kesusahan untuk bersuci sebelumnya membaca Al-Qur’an yang perlu menyentuh mushaf